Saturday, September 24, 2016

SEJARAH FIRAUN WANITA PERTAMA



Nama Deir el-Bahri berarti ‘Biara Utara’, yang menunjukkan bahwa situs tersebut pernah digunakan oleh biarawan Kristen. Sebelum kedatangan Kristen, situs di Lembah Para
Raja ini adalah sebuah kompleks Kuil Makam yang dibangun oleh orang Mesir kuno. Salah satu yang paling terkenal dari kuil makam di Deir el-Bahri adalah Kuil Hatshepsut.


Kuil Hatshepsut
Setelah kematian Hatshepsut, menjelang akhir masa pemerintahan Thutmose III dan awal pemerintahan penggantinya, ada upaya untuk melenyapkan sejarah firaun wanita ini. Banyak patung di kuil makam Hatshepsut yang diruntuhkan, dihancurkan dan dirusak sebelum dipendam di lubang. Prasasti dan gambar nya pada relief -relief di dinding dan pilar, termasuk pilar kelahiran juga dihapus. Dengan demikian, pada ‘pilar kelahiran’ di kuil kamar mayat Hatshepsut, gambar Hatshepsut dan Amun telah dihapus. Namun upaya untuk menghapus Hatshepsut dari sejarah bisa dikatakan gagal, karena saat ini Hatshepsut dikenang sebagai salah satu firaun Mesir yang paling sukses.



Fasad teras kedua Kuil Hatshepsut
 Salah satu fitur dari kuil makam yang memproyeksikan kebesaran Hatshepsut adalah colonnade (tiang/pilar) yang dikenal sebagai ‘Pilar Punt’, terletak di sisi kiri ramp (jalan/bidang miring) ke tingkat ketiga. Colonnade ini memiliki relief-relief yang menceritakan salah satu prestasi terbesar Hatshepsut, yaitu Ekspedisi ke Punt. Punt adalah negeri kaya yang sekarang lokasinya masih misteri


Kuil Hatshepsut
The Mortuary Temple of Hatshepsut dikenal orang Mesir kuno sebagai Djeser-Djeseru (Maha Kudus), dan dikatakan membutuhkan waktu 15 tahun untuk menyelesaikannya, yaitu antara tahun ke 7 hingga tahun ke 22 dari pemerintahan Hatshepsut. Pembangunan kuil makam ini diawasi oleh Senenmut, arsitek kerajaan Hatshepsut, yang, menurut beberapa orang, juga kekasihnya. Terlepas dari itu, produk akhir Senenmut adalah sebuah monumen yang mengesankan yang memungkinkan ibadah anumerta Hatshepsut, dan menyampaikan kebesaran Firaun ini. Sementara arsitektur kuil makam itu sendiri layak dikagumi, fitur tertentu tampaknya lebih menonjol daripada yang lain.

No comments:

Post a Comment